Kali ini aku mo bicara soal PERNIKAHAN.
Kawanku habis married. Dan seperti biasa, setiap ada undangan datang, selalu aku yang pertama jadi bahan pembicaraan.
Bukan soal dimana dilangsungkannya pernikahan itu, siapa yang nikah, dengan siapa dia nikah, atau dengan adat apa dia nikah..
Ada saja komentar mereka.. Ada yang bilang aku terlalu banyak memilih, ada yang bilang aku terlau santai menjalani hidup, ada bilang aku terlalu narsis hingga aku tak bisa menemukan orang yang sebaik aku, ada pula orang yang bilang aku terlalu perfeksionis hingga aku hanya mau cari orang yang sempurna, ada lagi orang setengah gila yang mengira aku salah satu orang yang mencintai sesama jenis.. edan..!!
Lalu muncullah nasehat-nasehat surgawi yang mereka sarankan agar aku segera menikah.. Ada yang bilang nikah itu ibadah, ada yang bilang nikah itu enaknya cuma 1 persen tapi nikmatnya 99 persen, ada yang bilang: sebelum kiamat datang, cepatlah menikah, biar sempat kau nikmati sex yang halal..! (jadi nikah itu cuma untuk melegalkan sex ya...?!), ada yang bilang nikah itu surga dunia.
Versi merekalah itu.
Tapi koq aku jadi mikir, sebenarnya makna nikah itu bagi mereka apa sih?
Apa hidup sesudah menikah akan menjauhkan manusia dari kesulitan hidup? Apa hidup orang yang sudah menikah akan lebih baik, makmur, sejahtera, gemah ripah loh jinawi dibanding hidup melajang seperti aku? Kalau memang iya, kenapa pula tiada hari tanpa mereka mengeluh soal keluarga mereka, keuangan keluarga, hubungan yang yang tak baik antara mertua-menantu, soal anak-anak mereka, soal selingkuhan.. Lalu dimana nikmatnya kalau nyatanya nikah itu seperti neraka dunia?


